Jumat, 08 Oktober 2010

Hari ke tiga pemogokan Buruh


SERIKAT BURUH MUTIARA JEROWARU
Bersama
ALIANSI PARLEMEN JALANAN
(PRD,STN,LMND,SRMI)

Sekitar 30 massa dari serikat buruh mutiara Jerowaru bersama Aliansi Parlemen Jalanan melakukan aksi menuntut pada kantor PT.AUTORE PEARE CULTURE di mataram mereka menuntut pada perusahaan untuk jangan berbuat sewenang-wenang pada pekerja aksi ini di picu oleh dipecatnya salah satu anggota buruh sehingga sejak hari rabu 06 oktober 2010 buruh melakukan aksi mogok dan mengancam akan menyegel lokasi kerja sampai tuntutan mereka dipenuhi....
adapun pernyataannya sbb:
Mengingat tingginya harga-harga kebutuhan pokok (sembako) maupun biaya-biaya jasa pokok (sekolah, rumah sakit, transportasi,BBM dll) di Indonesia saat ini, Kami memandang bahwa besaran upah yang saat ini diterima oleh umumnya kaum buruh Indonesia khususnya buruh PT.Autore Peare Culture (PT.APC) yang ada di Lombok Timur sudah tidak layak lagi untuk menunjang kesejahteraan. Penentuan besaran upah bagi kaum buruh harus mampu mengangkat rakyat dari kemiskinan. Belum lagi ditambah dengan perlakuan manager yang sewenang-wenang (diktator),dalam memimpin sehingga kondisi sikologis buruh menjadi resah.
Maka dari itu kami hari ini memutuskan untuk melakukan aksi mogok dan pendudukan kantor sebagai dampak dari pemecatan salah satu rekan kami yang kami tunjuk sebagai juru bicara saat menanyakan so’al uang transportasi dan uang makan.karena selama ini kami hanya di berikan uang transportasi sebesar Rp.50.000/9 hari yang bagi kami tidak sesuai dengan kondisi perjalanan yang menempuh sekitar satu jam ditambah lagi dengan rusaknya jalan menuju lokasi.
Yang membuat kami geram pada perusahaan adalah mem PHK buruh dengan sepihak tanpa ada teguran lisan dan Surat Peringatan dari perusahaan maka satu rekan kami di PHK tanpa sebab dan pesangon walau rekan kami ini dikatakan harian lepas namun sudah bekerja lebih dari 3 bulan berarti tidak lagi harian lepas sesuai dengan Keputusan Mentri Nomor 100/MEN/VI/2004 Pasal 10 tentang Tenaga kerja harian lepas
Maka dari sikap perusahaan yang sewenang-wenang melakukan pemecatan inilah kami jadikan momen perjuangan menuntut :
1. Bayar dan naikkan Uang Transportasi dan Uang Makan
2. Kembalikan rekan kami yang di pecat untuk Bekerja
3. Hentikan Manager Lokasi
4. Hentikan perlakuan semena-mena dari perusahaan
5. Libatkan Buruh dalam mengambil kebijakan diluar teknis
6. Tolak buruh lepas tetap
7. Tolak buruh Outsourching
Demikian pernyataan ini kami buat

“ BERSATU, BERJUANG UNTUK KEDAULATAN ,KEMANDIRIAN DAN KESEJAHTERAAN !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PRD

PRD
100 hari SBY