Mataram:Neoliberalisme yang mencengkeram erat ini tidak hanya menyentuh Indonesia tetapi juga menyentuh dunia.Kani di parlemen juga sangat minim untuk membendung kekuatan rezim Neolib maka kami butuh kekuatan ekstra parlemen termasuk partai rakyat demokratik (PRD) sebagai partai yang memiliki azas pancasilais haruslah memiliki jaringan. Sebab, semakin banyak jaringan, semakin mudah PRD meraih cita-citanya.
Dan mengharapkan PRD lebih radikal lagi seperti masa-masa orde baru sebab PRD merupakan Energi ditengah lemahnya Demokrasi di zaman ORBA
Hal ini di ungkapkan oleh Ketua DPD Partai Gerindra dan Partai Hanura NTB yang menjadi pembanding dalam diskusi yang dilakukan dalam bedah manifesto PRD wilayah Nusa Tenggara Barat di Rumah Makan Nusantara Mataram Sore kemarin (25/10).
Dalam perjuangan, PRD sudah membuat manifesto pertamanya pada awal 1996. dalam manifestonya ketika itu, PRD menggunakan azas sosial demokrasi kerakyatan (sosdemkra). Kini, sesuai dengan kondisi obyektifnya, PRD melakukan perubahan terhadap manifestonya.
“Pada dasarnya, PRD tidak mengubah sedikitpun substansi dalam azas berpikir kami. Azas sosdemkra juga merupakan terjemahan dari kelima sila yang ada dalam pancasila,” ujar Agus Jabo Priyono, Ketua komite pimpinan pusat partai rakyat demokratik yang juga didaulat menjadi panelis dalam acara yang melibatkan beragam organisasi massa tersebut.
PRD, kata dia, telah merumuskan manifesto PRD dalam presidium nasional pada 27 Juli lalu. Hal itu, lanjut dia, merupakan rumusan bersama atas pembacaan situasi obyektif nasional Indonesia saat ini dan juga situasi Internasional. “Dalam perjalanannya selama ini, PRD tidak pernah memaksakan hal-hal idealis yang tidak sesuai dengan kondisi obyektif yang ada di negeri ini,” jelasnya.
Jabo menambahkan, problem yang dihadapi bung karno ketika menjabat menjadi presiden ketika itu dan saat ini adalah sama. Pada 1930 soekarno mengatakan, indonesia akan menjadi pengambilan bekal hidup bagi orang-orang asing. Indonesia juga menjadi sasaran bekal untuk mendukung industri luar negeri, indonesia banjir barang-barang asing. Indonesia akan dieksploitasi oleh asing.
“Yang dikatakan Soekarno ketika itu ternyata merupakan ramalan kenyataan Indonesia saat ini,” katanya.
Bahkan, lanjut Jabo, Soekarno dengan gerakannya yang anti imperialisme menjadi inspirasi bagi gerakan pembebasan nasional bagi negara amerika latin. Hugo chaves, che guevara dan fidel castro menjadi beberapa diantara mereka. Keberhasilan quba dalam pembangunan nation terinspirasi dari tri sakti dan resopin (revolusi sosialis terpimpin).
“Jika orang-orang di negeri lain justru bisa melakukan cerminan Soekarno, kita sebagai bangsa yang berdiri dan tumbuh atas perjuangan pahlawan kita itu, justru tidak meneladani Soekarno sebagai pimpinan bangsa,” paparnya.
Jika dulu, gerakan PRD sebagai partai kader dapat mengandalkan pimpinan massa yang radikal, sekarang tugas dari PRD adalah partai building. Membangun suatu kekuatan politik dan signifikan supaya bisa membangun partai politik yang survive. 2019 akan menjadi target PRD dan 2014 sebagai “test case” untuk mengikuti pemilu. “Kami tidak berubah. Berjuang ekstra dan intra parlementer untuk memperjuangkan program-program PRD,” tegasnya.
Sebagai konsekuensi untuk partai building akan dilakukan pendidikan dan diskusi massa untuk memberikan pendidikan politik serta ajaran-ajaran bung karno walaupun kita masih menggunakan referensi lama teori-teori dari negara-negara lain.
Indonesia tidak memiliki partai pelopor dan indonesia sangat banyak aliran politik yang menimbulkan kontradiksi yang sangat kuat. Sehingga program nasional tidak bisa dijalankan.
Acara ini di hadiri sekitar 100 an orang yang berasal dari ORMAS,NGO dan Individu se NTB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar